Lautan Manusia Putihkan Martapura, Jutaan Jamaah Padati Haul Guru Sekumpul

IMG_20251228_175505

MARTAPURA – Globalbanua.com

Kawasan Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar, kembali menjadi pusat perhatian dunia internasional. Jutaan jamaah dari berbagai penjuru nusantara hingga mancanegara memadati kawasan tersebut untuk menghadiri peringatan Haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul.

Pantauan jurnalis di lokasi menunjukkan gelombang jamaah mulai mengalir deras sejak H-2 acara. Puncaknya, pada hari pelaksanaan, seluruh ruas jalan protokol di Martapura hingga perbatasan Banjarbaru nyaris tak menyisakan ruang kosong.

Jamaah yang didominasi pakaian serba putih menciptakan pemandangan layaknya “Lautan Putih” yang membentang berkilometer jauhnya dari pusat Mushalla Ar-Raudhah.

Acara inti dimulai selepas salat Maghrib berjamaah. Suasana seketika berubah menjadi syahdu saat lantunan syair-syair selawat dan pembacaan Maulid Habsyi menggema melalui pengeras suara yang tersebar di ratusan titik.

Meski berdesakan di bawah cuaca yang cukup terik hingga rintik hujan, para jamaah tetap bertahan dengan penuh kesabaran dan ketertiban.

“Kami datang dari Kalimantan Timur sejak tiga hari lalu. Meski hanya bisa duduk di trotoar yang jauh dari mushalla, rasa rindu kami pada Abah Guru terobati hanya dengan mendengar suaranya lewat speaker,” ujar Ahmad, salah satu jamaah asal Samarinda.

Salah satu fenomena yang selalu menarik perhatian dalam Haul Sekumpul adalah kedermawanan warga lokal. Ribuan posko logistik berdiri secara swadaya, menyediakan makanan, minuman, hingga penginapan gratis bagi para jamaah.

Untuk logistik jutaan bungkus nasi disalurkan secara gratis oleh para relawan kepada para jama’ah yang hadir

Dari berbagai jalur diantaranya sungai dan darat dipenuhi armada relawan yang membantu mobilisasi jamaah

Ratusan posko medis disiagakan di sepanjang jalur utama untuk mengantisipasi kelelahan jamaah.

Pihak kepolisian bersama TNI dan puluhan ribu relawan diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas. Beberapa titik jalan utama dialihkan guna memberikan ruang bagi jamaah yang berjalan kaki. Meski jumlah massa mencapai angka jutaan, acara berlangsung dengan sangat tertib dan damai, mencerminkan pesan cinta kasih yang selalu diajarkan oleh almarhum Abah Guru Sekumpul semasa hidupnya.

Peringatan haul ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bukti nyata kecintaan masyarakat yang luar biasa terhadap sosok ulama kharismatik yang wafat pada tahun 2005 silam tersebut. ( Ridho )