JALAN SIMPANG ARJA KECAMATAN RANTAU BADAUH DIASPAL WARGA UCAPKAN TERIMAKASIH PADA BUPATI

IMG_20260106_214948

Rantau Badauh, Globalbanua.com.

Jalan merupakan infrastruktur yang sangat penting sekali .

Karena bisa menentukan murah mahalnya harga sembako.

Beberapa warga simpang Arja yang ditemui oleh yuday dari awak media ini di warung di muka jalan masih dalam wilayah Desa Setempat.

Mengucapkan Ribuan terimakasih atas mulusnya jalan Didesa kami beraspal meskipun belum nyampai kepinggir jalan Raya tersisa 800 meter saja lagi semoga pemkab Barito Kuala ditahun 2026 ini dapat mengerjakan sisa yang tertinggal tersebut kata Said tokoh simpang Arja.

Ditempat terpisah awak media ini Selasa 6/1/26, di Marabahan manelpon pembakal (Kades ) Simpang Arja untuk bertemu mau konfirmasi terkait jalan Di desanya yang baru saja selesai pekerjaannya oleh pihak contraktor pada tanggal 25 Desember yang lalu.

Menurut Bastiar PJ.kades Setempat, saya atas nama Masyarakat dan pemerintah Desa mengucapkan Ribuan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten pada pa Bupati melalui pa Akhdiyat ketika itu beliau menjadi Kadis PERKIM PEMKAB BARITO KUALA sebelum dimutasi menjadi Kadis PUPR.

Lewat mas yuday dari media ini karena beliau getol mengekspose tentang jalan Desa kami yang rusak parah apalagi dimusim hujan seringkali anak anak yang sekolah tidak jadi kesekolah yang disebabkan jalannya rusak membuat baju seragamnya menjadi kotor.

Oleh sebab akibat karena jalan kami rusak spanjangan kami membuat Proposal dengan ditanda tangani oleh pa camat. Akhirnya gayung bersambut hingga saat ini jalan kami yang diaspal ditahun 2012 yang silam dan mendapat giliran diaspal pada akhir tahun 2025 sekali lagi kami berterimakasih pada Dinas perkim pemkab Batola.

Dan jalan ini merupakan jalan Kabupaten tutur Bastiar yang akrab disapa Pembakal Ayai.

Dan akan kami Rawat selama lamanya dan tidak diperbolehkan mobil truck bermuatan masuk.

Dan jalan ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Simpang Arja yang terdiri dari 6 RT, 350 KK serta terdiri dari hampir 1000 Jiwa kami masyarakatnya hidup dengan pola gotong Royong bukan hanya untuk membersihkan masjid tapi kami juga menerapkan sipat kegotongroyongan kalau ada yang meninggal maupun yang akan melaksanakan acara pengantenan tutur Bastiar.(Yuday)