Jamkrida Kalsel Bidik Penjaminan Rp500 Miliar, Permudah bagi Pelaku UMKM

IMG-20260317-WA0041

Banjarmasin ,Global Banua com

PT Jamkrida Kalsel (Perseroda) menargetkan penjaminan kredit produktif mencapai Rp500 miliar pada 2026 melalui kolaborasi dengan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) anggota PERBARINDO Kalimantan Selatan.

Langkah ini diarahkan untuk mendorong akselerasi penyaluran kredit UMKM hingga kisaran Rp700 miliar–Rp800 miliar, dengan skema penjaminan sebagai instrumen mitigasi risiko bagi perbankan.

Jamkrida Kalsel sebelumnya telah melakukan sosialisasi kepada direksi dan komisaris BPR-BPRS se-Kalsel terkait produk serta skema penjaminan kredit produktif. Skema ini menyasar pelaku UMKM yang memiliki prospek usaha, namun masih terkendala keterbatasan agunan.

Direktur Utama PT Jamkrida Kalsel, Muhammad Fauzan Noor, mengatakan sinergi ini menjadi bagian dari strategi memperkuat intermediasi keuangan daerah sekaligus memperluas inklusi pembiayaan.

“BPR memiliki kedekatan dengan masyarakat dan mampu menjangkau pelaku UMKM hingga ke pelosok. Ini menjadi kekuatan dalam mendorong pertumbuhan sektor usaha produktif di tingkat lokal,” ujarnya di Banjarmasin, Selasa (17/03/2026).

Ia menambahkan, dengan leverage penjaminan, setiap Rp1 nilai penjaminan berpotensi mendorong penyaluran kredit hingga 1,4–1,6 kali lipat. Selain itu, skema ini juga diharapkan mampu menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) BPR tetap terkendali di bawah 5 persen.

Dari sisi dampak ekonomi, program ini diproyeksikan dapat menjangkau lebih dari 5.000 pelaku UMKM di Kalimantan Selatan serta membuka dan mempertahankan sekitar 10.000–12.000 lapangan kerja, terutama di sektor perdagangan, pertanian, dan industri rumahan.

Kolaborasi Jamkrida Kalsel dan BPR-BPRS ini menjadi sinyal penguatan peran lembaga penjamin daerah dalam menopang pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM, sekaligus menjaga momentum ekspansi kredit di tengah tantangan likuiditas dan kehati-hatian sektor perbankan.( Rel santa / yuday)