Permasalahan Sampah di Kalimantan Selatan menjadi topik utama Pertemuan Gubernur dengan Menteri LH RI
Banjarbaru,Global Banua com
Persoalan sampah di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih menjadi tantangan utama. Dari total timbulan sampah 2.254 ton per hari, sebanyak 61% belum terkelola optimal. Isu ini menjadi fokus utama arahan Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala BPLH RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam Silaturrahmi Teknis bersama Gubernur Kalsel, Muhidin, di Banjarmasin (23 Maret 2026).
9
Target dan Status Pengelolaan Saat Ini
Kalsel diharapkan dapat mengejar target nasional pengelolaan sampah sebesar 56% pada tahun 2026.
Berdasarkan evaluasi kinerja 2025 di 13 kabupaten/kota Kalsel:
4 Daerah: Masuk kategori Menuju Kota Bersih.
9 Daerah: Masuk kategori Dalam Pembinaan.
Strategi Penanganan dari Kementerian LH Menteri Hanif menegaskan pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya untuk mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA):
Sampah Organik: Diprioritaskan untuk dimanfaatkan langsung menjadi pupuk, kompos, atau pakan ternak.
Sampah Non-Organik: Diarahkan untuk proses daur ulang. Selain itu, pemerintah daerah diminta memperkuat fasilitas Pengelolaan Sampah 3R yang selaras dengan kearifan dan budaya masyarakat setempat.
Komitmen Pemerintah Provinsi Gubernur Muhidin menyambut baik arahan strategis ini. Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalsel akan mengkonsolidasikan desain tata kelola sampah dan menggelar rapat koordinasi rutin bersama Kementerian LH minimal satu bulan sekali guna memastikan peningkatan kinerja yang berkelanjutan (Haida)






