IMG-20260925-WA0009

MARABAHAN GLOBAL BANUA COM

Pemerintah Kabupaten Barito Kuala melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) meresmikan terobosan baru dalam bidang kearsipan melalui peluncuran inovasi TOPAN (Tata Kelola Digital Penyelamatan Arsip Bencana). Program ini dihadirkan sebagai langkah proaktif pemerintah daerah untuk melindungi dokumen vital, aset desa, dan jejak sejarah dari ancaman bencana alam.

Kondisi geografis menjadi alasan utama lahirnya inovasi ini. Tercatat, hampir 60 persen wilayah Kabupaten Barito Kuala dikategorikan sebagai daerah rawan bencana, mulai dari banjir, air pasang, hingga angin puting beliung. Selama ini, bencana alam tidak hanya mengancam keselamatan jiwa dan infrastruktur fisik, tetapi juga berisiko tinggi merusak bahkan melenyapkan dokumen-dokumen penting desa yang memiliki nilai historis dan administratif tak terhingga.

Melalui inovasi TOPAN, pemerintah desa dan masyarakat kini tidak perlu khawatir lagi akan risiko kehilangan data akibat bencana. Sistem tata kelola digital ini menawarkan tiga keunggulan utama dalam penyelamatan arsip daerah, yaitu:

1. Pemetaan Digital Terpadu: Sistem ini mampu memetakan dan mengelompokkan desa-desa rawan bencana ke dalam zonasi Klaster Merah (risiko tinggi) dan Klaster Hijau (risiko rendah) secara real-time. Hal ini memudahkan mitigasi kearsipan sebelum bencana terjadi.
2. Digitalisasi (Alih Media) Arsip: Inovasi ini memfasilitasi proses transformasi arsip-arsip fisik desa menjadi data digital. Proses alih media ini menjadi tameng utama yang memastikan data tetap utuh meskipun dokumen fisiknya terdampak bencana.
3. Akses Cepat dan Akurat: Dalam situasi darurat bencana, waktu adalah hal krusial. Sistem pangkalan data TOPAN memungkinkan pemerintah daerah dan desa untuk mencari dan menemukan kembali (information retrieval) dokumen penting mereka hanya dalam hitungan detik.

Langkah digitalisasi dan pengamanan arsip ini merupakan wujud komitmen Disperpusip Kabupaten Barito Kuala dalam membangun ekosistem pemerintahan desa yang modern dan adaptif terhadap krisis.

Diharapkan, implementasi inovasi TOPAN dapat diaplikasikan di seluruh desa di Kabupaten Barito Kuala, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang tidak hanya tangguh terhadap bencana dan berbasis digital, tetapi juga selaras dengan visi besar daerah: Barito Kuala SATU (Sejahtera, Agamis, Terpadu, Unggul) Adventorial yuday )