KANWIL KAMENAG KALSEL GELAR PERAYAAN ISRA MIRAJ DI AULA HARMONI BANJAR INDAH.

IMG-20260120-WA0017

Banjarmasin,—Global Banua com

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Selatan memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah pada Senin (30 Rajab 1447 H/19 Januari 2026 M).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Aula Lantai 3 Kanwil 2 Kemenag Kalsel dan diikuti oleh seluruh jajaran aparatur Kementerian Agama.

Peringatan Isra Mikraj diawali dengan lantunan syair-syair Maulid Nabi oleh Grup Maulid Subabus Salam Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Alunan shalawat tersebut menghadirkan suasana religius yang mendalam dan menambah kekhusyukan seluruh peserta yang hadir.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Kalsel, H. Ahmad Bugdadi, sebelum memasuki tausiyah utama.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd., dalam tausiyahnya menegaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj merupakan salah satu mukjizat terbesar Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan pelajaran fundamental bagi kehidupan umat Islam.

“Isra Mikraj adalah perjalanan agung Rasulullah SAW, dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan dengan Mikraj hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat secara langsung dari Allah SWT,” ujar Tambrin.

Ia menjelaskan, mukjizat merupakan keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada para nabi sebagai bukti kebenaran risalah yang dibawa. Oleh karena itu, Isra Mikraj memiliki makna strategis dalam meneguhkan posisi shalat sebagai tiang agama.

“Peristiwa Isra Mikraj harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga dan meningkatkan kualitas shalat, baik secara individu maupun berjamaah. Shalat adalah fondasi utama dalam membentuk pribadi yang beriman dan berakhlak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tambrin mengajak seluruh aparatur Kementerian Agama untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan serta memperkuat praktik ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Ia secara khusus menekankan pentingnya shalat berjamaah, terutama shalat Subuh dan Isya.

“Isra Mikraj mengajarkan kepada kita tentang pentingnya disiplin shalat sebagai tiang agama. Mari kita jaga shalat kita, perkuat shalat berjamaah—terutama Subuh dan Isya—serta terus menambah ilmu agar menjadi insan yang lebih baik, profesional, dan bermanfaat,” pesannya.

Menutup tausiyahnya, Tambrin berharap peringatan Isra Mikraj ini dapat semakin memperkokoh keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan semangat kerja yang harmonis dan penuh keberkahan di lingkungan Kanwil Kemenag Kalsel.

Pada kesempatan yang sama, Kanwil Kemenag Kalsel juga meresmikan pemberian nama Aula Kanwil 2 Kemenag Kalsel dengan nama “Harmoni”. Penamaan ini mengandung makna kebersamaan, keselarasan, serta komitmen untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang dan Pembimas di lingkungan Kanwil Kemenag Kalsel, Kepala Kemenag Kota Banjarmasin beserta jajaran, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Kalsel, para Ketua Tim Kerja beserta istri, serta seluruh pegawai Kanwil Kemenag Kalsel.

 

Seusai acara Isra miraj, Tambrin meninjau kantor ini per ruang ,Karena kantor ini baru saja ditata dengan Desain terbaru dan berubah warna cat tidak tidak lagi warna khas Kamenag melainkan disulap menjadi warnah putih bersih.

Dan namanya tetap saja Kanwil Kamenag Dua, dan Aulanya diberi nama HARMONI dan bisa menampung sampai Ratusan orang.

Ketika bincang_bincang dengan awak media ini, adakah rasa capek pa Kakanwil karena sebelum memberikan ceramah di kantor wilayah Kamenag 2 ini ,pa Kakanwil kemaren Minggu tgl 18 telah memberikan ceramah yang dihadiri Ribuan jam,ah di Majelis ilmu & Zikir di Desa Panca karya Kabupaten Batola pimpinan Habib Jafar yang didengar langsung oleh para tamu dari Malaysia yang turut berhadir.

Sebagai Abdi Bangsa di Kamenag,kita harus siap selalu memberikan pelayanan yang Prima.

Kalau ilmu, semakin banyak kita memberikan ceramah terasa semakin sedikit kita punya ilmu. tutur Tambrin (Red/Kamenag )

(Red/ /Kemenagkalsel)