Tolak Pilkada via DPRD, Demonstrasi Mahasiswa di depan kantor DPRD Banjarmasin

1000209719

BANJARMASIN – Globalbanua.com

Gelombang penolakan terhadap wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD terus menguat. Hari ini, Kamis (15/1/2026),

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Kalimantan Selatan memadati halaman Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin.

Membawa tajuk “Seruan Perlawanan Penolakan Pilkada Melalui DPRD”, aksi ini menjadi sinyal keras dari kaum intelektual muda terhadap arah demokrasi Indonesia. Mahasiswa menilai, wacana tersebut merupakan langkah mundur yang mencederai kedaulatan rakyat.

Dalam aksi ini mahasiswa menyampaikan tuntutan kepada DPR RI dan Juga Pemerintah, diantara tuntutan tersebut adalah di hentikannya rencana Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD, hal ini menyangkut langsung pada UUD 1945 Pasal 18 ayat (4), menjamin “kebebasan memilih” Menyatakan bahwa Gubernur, Bupati, dan Walikota dipilih secara demokratis.

Sempat terjadi kericuhan saat massa meminta untuk bertemu dengan ketua DPRD Provinsi kalimantan Selatan namun permintaan mereka tidak di penuhi.

Setelah sempat dua kali terjadi kericuhan dengan aparat kepolisian, massa demonstran dari Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan dinpersihlan memasuki kawasan Rumah Banjar dan ruang paripurna untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Dengan masuknya mahasiswa ke dalam gedung DPRD ini terjadi setelah Anggota DPRD Kalsel, Rosehan NB yang telah bersedia menemui massa aksi di dalam area rumah Banjar tepatnya di dalam ruangan Paripurna.

Rosehan mengatakan mepersilahkan para eksekutif mahasiwa masuk ke dalam area rumah Banjar dan ruang rapat Paripurna setelah beliau berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan.

Hingga sore hari, aparat keamanan masih melakukan penjagaan ketat di sekitar lokasi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalsel belum terlihat menemui massa aksi, dan unjuk rasa masih berlangsung dengan pengamanan ketat dari kepolisian.(Ridho)