IMG-20260613-WA0004

BANJARBARU,GLOBAL BANUA COM

Bupati Barito Kuala (Natola) H Bahrul Ilmi menghadiri Bimbingan Teknis (Bimtek) Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan Integrasi Data Lahan Baku Sawah (LBS) digelar Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Kalimantan Selatan (Kanwil BPN Kalsel), di Aula Kanwil BPN setempat, Rabu (10/06/2026).

“Tujuan utama dari Bimtek KKPR dan Integrasi Data LBS adalah, untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terlibat dalam pelaksanaan KKPR,” ujar Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Kanwil BPN Kalsel Lina Triandaru.

Selain itu, sebut dia, kegiatan tersebut menargetkan pemenuhan LBS sebesar 87 persen dalam penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di tingkat kabupaten/kota serta merumuskan rekomendasi solusi atas kendala penertiban PKKPR di lapangan.

“Kabupaten saat ini sudah memenuhi target 87 persen LBS dan telah memuatnya ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) adalah Kabupaten Barito Kuala (Batola), Hulu Sungai Utara (HSU) dan Kabupaten Kotabaru,” jelas Lina Triandaru.
Senada, Kepala Kanwil BPN Kalsel Budi Kristiyana menegaskan, pentingnya menjaga lahan produktif di tengah pesatnya pembangunan daerah demi menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.

“Diperlukan kebijakan pengendalian yang tepat dan terarah agar pemanfaatan ruang berjalan seimbang. Pemenuhan LBS sebesar 87 persen dalam penetapan LP2B pada rencana tata ruang adalah langkah penting untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap sawah produktif,” tegas Budi

Sementara, Bupati Batola H Bahrul Ilmi mengungkapkan rasa optimis dan berharap hasil dari Bimtek tersebut dapat diimplementasikan dengan baik, agar tata ruang di Kabupaten Batola semakin tertib dan teratur di masa depan.

Lebih lanjut H Bahrul Ilmi menjelaskan, capaian 87 persen lahan pertanian yang sudah masuk dalam revisi RTRW Batola akan menjadi batu loncatan penting untuk langkah strategis berikutnya.
“Dengan revisi RTRW Kabupaten Batola sudah ditetapkan dan tercapainya target 87 persen untuk lahan pertanian harapan kita ke depan adalah, mendorong percepatan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR),” tegasnya.

Hal tersebut, ungkapnya, sangat penting demi memberikan kemudahan investasi di Kabupaten Batola.
Acara dilanjutkan pemaparan arahan dari Staf Ahli Kementerian ATR/BPN serta penyampaian materi teknis oleh Direktorat Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang

Kementerian ATR/BPN dihadiri sejumlah kepala daerah dan pejabat penting se-Kalsel di antaranya Bupati Tanah Bumbu, Wakil Wali Kota Banjaramasin, Wakil Bupati Tabalong dan perwakilan kabupaten kota lainnya.( Diskominfo Btl/ Global Banua)